IGAF LC IPB

Indonesian Green Action Forum

Susunan Kepengurusan IGAF LC IPB 2015/2016

Badan Pengurus Harian
Ketua: Kasmiatun Faperta/PTN/51
Wakil Ketua: Danang Alfath Aldrian FMIPA/GFM/52
Sekretaris I: Nesha Priga Hasanah Faperta/PTN/50
Sekretaris II: Ierera Frida Rahmadena Fapet/INTP/52
Bendahara I: Netriani Veminsyah Ahda FMIPA/Fisika/51
Bendahara II: Tamyizul Muchtar Fahutan/MNH/52

Divisi Action Plan
Ketua Divisi: Shofwatul Arumatil Fauziyah Fateta/TIN/50

Sekretaris Divisi: Siti Khadijah FMIPA/BIOKIMIA/50
Bendahara Divisi: Willy Anggraini FPIK/ITK/50
Anggota:
Syarif Hidayatullah Dja’u FKH/FKH/52
Firman Muliana Fahutan/THH/52
Hendra Atin Saputra FMIPA/GFM/52
Hendra Setiawan FPIK/MSP/52
Anggi Siregar FPIK/BDP/52
Maisun Arifah Qathrunnada Fahutan/KSHE/52
M. Rizal Pratama Fateta/ITP/51
Siti Kusuma W. FMIPA/Fisika/52
Galuh Andini Fateta/ITP/52
Pindi Priyambudi Fahutan/MNH/52
M. Naufal Ibrahim Prabowo FPIK/MSP/51
Sukma Tri Putra FMIPA/BIOKIMIA/52
Nur Fitriono FPIK/MSP/51
Malta Daerangga Fahutan/MNH/52

Divisi Internal
Ketua Divisi: Nuri Rachmayani Fateta/ITP/50
Sekretaris Divisi: Rosita Ria Rusesta FMIPA/STK/50
Bendahara Divisi: M. Nasrul Qorib Fema/GM/51
Anggota:
Mohammad Firman Ardiyansyah SB/SB/52
Manuel Tamba FMIPA/GFM/52
Maulana Syafiq Karuniawan Fateta/TMB/52
Lailatur Rizkiya Fema/SKPM/52
Saiful Pratama Fateta/ITP/50
Citra Ariesta Fauziah Fahutan/KSHE/51

Divisi Public Relation and Partnership
Ketua Divisi: Andini Fazahiyah FPIK/ITK/51
Sekretaris Divisi:Arini Sukmaning Ayu Sugianto Fateta/ITP/51
Bendahara Divisi:Femei Rahmilija Fahutan/KSHE/52
Anggota:
Erlangga Kencana Prabu Putra FMIPA/BIOKIMIA/52
Sucia Lestari Dewi Faperta/ARL/51
Reyhan Javier FMIPA/Ilkom/52
Astria AT Permana Fapet/INTP/52
M. Syarif Hidayatullah FPIK/ITK/52

Divisi Strategy Corner
ketua Divisi: Yuliana Faperta/MSL/50
Sekretaris Divisi: Shofi Fauziyyah Fahutan/DHH/51
Bendahara Divisi: Hilyatul Hadiqoh FPIK/BDP/52
Anggota:
Dewi Ernawati Faperta/PTN/52
Nurdiansyah FMIPA/Fisika/52
Wildan Dany Nurhendarbeni Faperta/AGH/52
Muhammad Ilham Fateta/SIL/52

Divisi Multimedia, Information, and Communication
Ketua Divisi: Yahya Ayyasi Fahutan/SVK/51
Sekretaris Divisi: Gemela Zuniga Fema/SKPM/51
Bendahara Divisi: Ulfiatun Nisa FMIPA/KIMIA/52
Anggota:
Mella Sarah Elmania FPIK/THP/52
Imam Hermawan Fahutan/SVK/52
Abdul Kadir Fahutan/DHH/52
Devia Purwanti FMIPA/GFM/52
Nuraini Intan Soraya Faperta/ARL/51

Divisi Ecofun
Ketua Divisi: Nurul Novelia Fuandila FPIK/BDP/50
FMIPA/KIMIA/52
Faperta/AGH/51

Sekretaris Divisi: Firsti Isya Helfalia FMIPA/KIMIA/52
Bendahara Divisi: M. Nasrul Fatah Faperta/AGH/51
Anggota:
Dea Eka Purnama Faperta/PTN/52
Abdul Rasyid FEM/ESL/52

Aku, Bara, dan Harapanku

Hasil Diskusi: IGAF Open Discussion 2
Aku, Bara, dan Harapanku

Topic 1 : Sampah
Pitcher : Danang Alfath Aldrian dan Maulana Syafiq
Tempat atau tong sampah menjadi sangat vital untuk permasalahan sampah di Bara. Tempat sampah di Bara masih sangat sedikit untuk menampung banyaknya sampah yang dihasilkan per harinya. Tempat atau tong sampah digunakan sebagai tempat penampungan sementara sebelum nantinya diangkut oleh petugas kebersihan. Sudah ada beberapa kegiatan dari mahasiswa maupun dari pihak IPB yang memberikan tong sampah untuk diletakkan di Bara, namun masih saja dirasa kurang oleh warga setempat. Warga siap merawat dan memanfaatkan dengan sebaik mungkin tempat atau tong sampah yang diberikan. Petugas kebersihan berjumlah 4 orang yang bertugas mengangkut sampah di lingkungan Bara, dinilai masih kurang oleh warga setempat. Kurang dari segi jumlah maupun kinerjanya. Seharusnya pemerintah daerah menambah jumlah petugas kebersihan di Bara. Penambahan pendapatan atau gaji dirasa perlu untuk meningkatkan kinerja para petugas kebersihan.
Masyarakat Bara yang terdiri dari warga asli maupun pedagang (pendatang) sangat mengapresiasi penuh kegiatan mahasiswa yang peduli dengan lingkungan Bara. Kegiatan tersebut seperti “Rakpungpah”. Rakpungpah adalah gerakan pungut sampah yang dilakukan UKM IGAF dan beberapa ormawa IPB yang melibatkan masyarakat Bara. Kegiatan ini telah mendorong masyarakat Bara untuk lebih memperhatikan lingkungan terutama sampah. Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat menjadi kendala utama. Beberapa masyarakat masih ada yang belum mengetahui kegiatan ini. Seharusnya diadakan sosialisasi terlebih dahulu, lebih baik dengan mengirim surat undangan kepada setiap RT agar lebih mudah mengkoordinasikan kepada setiap warga RT masing-masing. Masyarakat juga menginginkan kegiatan ini tidak hanya eventual (sesaat), perlu adanya keberlanjutan dari kegiatan ini, seperti dilakukan seminggu sekali.
Masyarakat di lingkungan Bara juga menginginkan adanya kegiatan pengolahan sampah dengan mendaur ulangnya menjadi kerajinan. Beberapa tahun lalu ada kegiatan mahasiswa yang melakukannya, tetapi tidak berlanjut sampai sekarang. Tujuannya adalah meningkatkan kreativitas, perekonomian masyarakat setempat dan yang paling penting adalah turut serta mengurangi sampah terutama sampah anorganik (plastik). Permasalahan sampah adalah menjadi tanggung jawab setiap kalangan, baik masyarakat, mahasiswa, pedagang, pemerintah daerah, IPB, dan berbagai pihak lainnya. Perlu adanya kesadaran bersama untuk menyelesaikannya. Kesadaran tentang membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, mendaur ulang, dll. Kita berharap bersama nantinya Bara bisa menjadi tempat yang lebih baik, bersih, asri, dan nyaman bagi semua orang.

Topic 2 : Sanitasi
Pitcher : Muhammad Rizal Pratama dan Muhammad Nasrul Qorib
Kesimpulan:
– Sumber air warga babakan raya terdiri dari dua yaitu sumur dan PAM
– Sebagian warga tidak menggunakan septic tank, kotoran dibuang melalui saluran paralon ke sungai kecil dan bermuara di sungai besar.
– Ada program dari pemerintah yaitu pemberian 4 buah tabung besar berguna untuk membuang kotoran namun kondisi sekarang rusak dan tidak dipakai.
– Pemerintah dalam memberikan program kepada masyarakat belum berkelanjutan.
– Kebersihan sampah yang mengurusi adalah POKJA, kendala: mahasiswa di kosan malas membuang ke tempat sampah, POKJA tidak mengambil semua sampah (berukuran besar seperti daun ditinggalkan sehingga berantakan)
– Warga perlu melaksanakan program jumat bersih, karena budaya gotong royong sekarang mulai jarang.
– Himbauan kepada mahasiswa agar lebih dekat dengan warga, sehingga dapat melakukan program kebersihan secara bersama.
– Program sosialisasi sebaiknya diberikan baik kepada warga maupun mahasiswa di kosan, karena warga sendiri mengeluhkan sikap mahasiswa yang bahkan lebih tidak memperhatikan kebersihan di kosan.
– Kebersihan dan sanitasi dapat dicapai jika program dilakukan dengan fokus, serta bekerjasama dengan POKJA, mahasiswa, RT dan RW serta pemerintah.
– Kita mempunyai banyak program tetapi kekurangan terletak pada perawatan yang kurang bahkan tidak sama sekali.

Topic 3 : Kemacetan
Pitcher : Femei Rahmilija dan Sukma Tri Putra
Permasalahan:
– Parkir liar kendaraan bermotor maupun mobil
– Kemacetan terparah di daerah Berlin
– Realisasi Tugu Green dari Forum Wacana
– Kios binaan IPB yang sering buka lapak di trotoar
– Angkutan Umum berhenti seenaknya
– Trotoar malfungsi
Solusi:
– Mengubah pola pikir mahasiswa dan warga
– Membuat halte untuk Angkutan Umum
– Pedagang binaan IPB harus ditertibkan
– Penertiban parkiran untuk pengguna kendaraan pribadi
– Membuat pedestrian untuk pejalan kaki
– Relokasi pedagang dijalanan
– Ikuti sistem dan ubah dari dalam

Topic 4 : Tata Ruang
Pitcher : Maisun Arifah dan Mella Sarah Elmania
Permasalahan tentang tata ruang di Bara:
– Parkiran saat pasar kaget hari minggu
– keterbatasan wilayah namun pedagang semakin membludak.
– Parkir motor tiap toko menggangu jalan
– Apakah ada izin PKL (Pedagang Kaki Lima) untuk membuka lapak?
– Minimnya pengelolaan sampah
– Angkot selalu nge-tem di berlin
– Kios yang memakan trotoar
– Warga asli yang ingin berjualan seakan ‘tersingkirkan’ oleh pendatang
– Dulu di Bara (Babakan Raya) tidak ada kios, namun ketika 1 diizinkan, semakin lama semakin bertambah.
– Tidak adanya izin mendirikan usaha yang jelas oleh pemerintah desa.
– Penataan Bara yang semrawut, parkir memakan jalan.
– Status Babakan yang masih desa, belum jadi kelurahan.
– Simpang siur kepemilikan wilayah, seperti di belakang Bara yang awalnya milik pengelola air daerah namun berdiri plang milik IPB.
– Mahasiswa harus mengalah dengan PKL ketika jalan di trotoar
– Jalanan sudah tidak layak untuk kendaraan
– Sanitasi kurang lancar.
– Desa hanya mengeluarkan surat keterangan usaha, namun tidak mengeluarkan surat perizinan untuk mendirikan usaha.
– Kurangnya pengawasan dari pihak desa
– Studi kasus: Bu Misnih, salah satu pedagang di Bara dipindahkan tempat berjualannya dari depan ke belakang, dan harus bayar 200 ribu ke preman.
– Ada ‘preman’ yang mengatur para pendatang, namun preman tidak berkoordinasi dengan pemerintah desa.
Rencana yang ingin dibuat dan berpengaruh dalam jangka panjang:
– Aturan parkir: pembatasan kendaraan bermotor, kalau bisa yang rumah/kostnya dekat lebih baik jalan kaki saja.
– Bara eco park: belum ada tindak lanjut.
– lebih baik ada ketegasan pengelolaan parkir.
– Kalau melarang penjualan: mematikan pemasukan desa dan mematikan penghasilan penduduk.
– Rencana untuk memindahkan pasar kaget hari minggu, namun perizinan susah.
– Ada rencana pelebaran jalan, namun perizinan susah.
– Susah izin ke IPB, karena 60% tanah bara milik IPB.
Solusi:
– Membuat forum diskusi antara IPB, pemerintah dan warga. Dengan ketersediaan waktu diskusi lebih baik sore hari saja.
– Untuk pengadaan acara, lebih baik diberitakan dari jauh-jauh hari, pendekatan dengan warga bara dan harus di follow-up terus.
– Parkiran harus dibuat regulasi perizinannya, harus ada koordinasi antara pemilik parker serta harus ada pihak yang merangkul.
– Dibuat jam tertentu supaya kendaraan tidak lewat Bara, terutama saat pasar kaget (seperti CFD “Car Free Day”)
– Desa harus membuat perizinan dan regulasi yang ketat untuk mengatur kios dan PKL yang berjualan di Bara.

Water, Trash, and Environment

img-20160320-wa0008

1462962669992

1462962658600

PRESS RELEASE EDU GREEN VILLAGE
Sunday, March 20th, 2016
Babakan 01 Dramaga Elementary School
Divion of Action Plan

Theme: Water, Trash, and Environment
Sunday, March 20th, 2016, IGAF (Indonesian Green Action Forum) LC IPB was doing a education green village building activity by title ”Water, Trash, and Environment”. The activity are located in Babakan 01 Dramaga Elementary school by amount of participant are ± 40 children (4th level of elementary school). At 08.00 am the activity was opened by reading Al-Fatihah by MC (Master Of Ceremony) named Sukma Tri Putra. The next agenda was to learn in groups which divided into six groups. The first group was lead by Hendra Setiawan and Danang Alfath Aldrian. The second group was lead by Yuliana and Hilyatul Hadiqoh. The third group was lead by Manuel Tamba and Tamyizul Muchtar. The fourth group was lead by Nuri Rachmayani, Lailatur Rizkiyah, and Rosita Ria Rusesta. The fifth group was lead by Maisun Ariefah Qotrunnada and Irera Frida. The sixth group was lead by Firman Muliana and Pindi Priyambudi. Then, each group were gathered, they were introduced themselves and made “yel-yel”. After that, for 30 minutes, the children learn together academic subject with their lead.

Delivery of content on the kind of trash and processing, the use of water in environment delivered by Manuel Tamba and Tamyizul Muchtar. Children can classify organic, an-organic, and paper waste also, how preserve water and environment. The planting with hydroponic were put in the next agenda and done in elementary school’s field. The total of hydroponic used were six hydroponics. The activity was lead by its group’s tutor by teaching to children the way to plant with hydroponic. Also a group’s tutor explained the use and the benefit of hydroponics. Next agenda was sung together with Aulia Damayanti and given motivation by Khoirul.
The goal of giving this lesson was sprouting up their love and their caring of their environment. Before closing, the children were eating together. The program was closed by giving door-prize to each child who has been active for following the program. The program was closed by reading Al-Fatihah and taking picture together.

© 2020 IGAF LC IPB

Theme by Anders NorenUp ↑